Nama Perusahaan

ads header

Breaking News

*Wartawan Diduga Dianiaya Oleh Sekelompok Oknum Polisi Kapankanh ini Berakhir*

Krimsus.com _ Aksi kriminalisasi, diskriminasi, bahkan sampai pembunuhan terhadap wartawan selalu terjadi, perlakuan semena-mena dari oknum aparat kepolisian Bahkan oknum instansi pemerintah lainnya. sampai kapan kebebasan pers yang di dengung dengungkan dengan lantang berjalan sesuai undang-undang pers no 40. Tahun. 1999. Dan diberlakukan secara konsisten.

Berapa banyak lagi aksi kekerasan terhadap wartawan berahir?
Belumlah hilang kepedihan kami insan pers bagaimana wartawan Kompas TV dianiaya,
Kini terjadi lagi pada wartawan media Sinar Pagi bernama Haryawan, korban di pukuli hingga babak belur di dalam Markas Polda Metro Jaya, Senin (30 /09/2019).

Berikut keluhan Haryawan yang tersebar diberbagai watsapp grup wartawan. "saat hendak akan pulang usai liputan dan selesai shalat Isya di dalam Masjid Al-Kautsar yang berada di Polda Metro Jaya, saat akan keluar dari Markas Polda Metro Jaya Haryawan melihat banyak anggota kepolisian sedang ribut ribut. "uraian nya.

Haryawan menambahkan;
“Saya selesai shalat Isya hendak pulang, sebelum pintu keluar depan Minimarket ada keramaian banyak anggota polisi kemudian saya ambil gambar dan video, namun pada saat mengambil gambar, Haryawan diminta petugas untuk menghapus rekaman dan foto yang diambilnya.



Saya bilang dari wartawan sinar pagi , tapi tetap saja petugas memaksa minta dihapus,” ujar  Haryawan.

Haryawan melanjutkan keluhannya sambil menahan sakit dikepala yang bocor, " tak mau bersitegang dengan aparat, Haryawan menuruti permintaan petugas karena ancaman dan paksaan."

“Saat lagi berusaha menghapus, mereka (polisi) memukul saya beramai-ramai. Ada yang memukuli dari belakang ada yang jenggut rambut saya, Tonjok kencang-kencang mata saya sebelah kanan sampai darah mengucur,” ungkap Haryawan. 




(Tw)

No comments