Kritisi lewat status facebook Pelayanan RSUD Syamrabu Bangkalan , Ketua LSM KAKI Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kritisi lewat status facebook Pelayanan RSUD Syamrabu Bangkalan , Ketua LSM KAKI Ditetapkan Sebagai Tersangka

BANGKALAN,  KRIMSUS.COM -Selasa (21/01/2020) – Kasus dugaan pencemaran nama baik pada Dr. Farhat Wakil Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan, Madura, Jawa Timur oleh M. Hosen Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Bangkalan terus bergulir.

Pada Senin (20/01/20) M. Hosen aktivis anti korupsi itu dipanggil pihak penyidik Polres Bangkalan yang kedua kalinya, sekaligus menetapkan dirinya sebagai tersangka akibat unggahan status di Facebook yang diduga mencemarkan  nama baik wakil direktur RSUD Syamrabu Dr. Farhat Suryaningrat.

Namun demikian M. Hosen salah satu aktivis yang dikenal getol memperjuangkan hak masyarakat Bangkalan tersebut tidak dilakukan penahanan karena menurut David Manurung mantan Kasatreskrim Polres Bangkalan karena ancaman hukumannya hanya 4 tahun sehingga tidak bisa dilakukan penahanan.

“Kami melakukan penetapan tersangka juga sudah sesuai kaidah hukum yang ada, akan tetapi kami tidak bisa melakukan penahanan terhadap saudara Hosen karena ancaman hukumannya hanya 4 tahun,” ucapnya saat serah terima jabatan Kasatreskrim Bangkalan Senin (20/01/2020).

Sementara itu M. Fahrillah SH. MH selaku kuasa hukum dari Dr. Farhat menyatakan bahwa sebenarnya postingan Hosen di Facebook sudah memenuhi unsur pidana, bukan unsur fitnah yang sekarang sedang diproses oleh penyidik, tapi pihaknya tetap menghormati karena penetapan itu merupakan kewenangan dari penyidik.

“Saya selaku kuasa hukum dari awal berpendapat bahwa postingan itu merupakan delik pidana yang mengandung unsur berita bohong bukan fitnah, tapi kalau penyidik memproses atau yang memenuhi unsur hanya fitnah, itu semua menjadi kewenangan penyidik, tapi saya selaku Kuasa Pengadu berpendapat postingan itu lebih masuk unsur berita bohong bukan fitnah seperti yang di proses penyidik, karena penerapan pasalnya antara fitnah dan Kabar bohong itu beda,” jelasnya.

Dilain pihak, Yuda Budiawan Kuasa hukum M. Hosen Ketua Kaki Bangkalan mengklarifikasi hal tersebut, menurut dirinya hari ini dia mendampingi kliennya untuk pemanggilan yang kedua, sekaligus penetapan tersangka yang dijerat dengan pasal 45 huruf c juncto ayat 7 no 3 tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun sehingga tidak harus ditahan karena di bawah 5 tahun.

“Iya memang benar, hari ini kami mendampingi klien saya Moh. Husen untuk memenuhi panggilan kedua dari pihak kepolisian dan sekaligus tadi ditetapkan sebagai tersangka dan kami selaku kuasa hukum sangat mengapresiasi kinerja penyidik yang tidak menahan klien kami karena memang berdasarkan UU apabila ancaman hukumannya di bawah 5 tahun tidak wajib melakukan penahanan,” jelasnya saat dimintai keterangan. 




(Lut)

Post a comment

0 Comments

b:includable>